Teman Rahasia
Kembali berganti lagi menjadi gelap. Padahal Baru sebentar rasanya aku merasakan terangnya cahaya menemani hari baruku. Mungkin bagi sebagian orang, mereka justru merasakan malam begitu cepat berlalu. Bagiku, malam adalah bagian hari terpanjang. Aku takut untuk memejamkan mata, aku takut mimpi buruk itu kembali datang. Malam, langit gelap, beberapa memori masalalu yang kelam selalu berteriak ditelinga, ditambah dengan akumulasi kejadian-kejadian pahit yang hampir tiap hari ku alami, semua menjadi aroma menakutkan pada saat aku memejamkan mata dan selalu menjadi alasanku terjaga, juga dengan malam ini.
Ramai, tapi hanya aku yg tau rasanya, biar perasaan-perasaan itu aku sembunyikan. Lebih tepatnya hanya aku dan selimut yang berteman.
Ramai. Aku lah yang memendam kehancuran sendiri. Aku selalu menjadi "pengangguk" dalam ramai. Berontak, tidak !.
Aku selalu berpikir, apakah inginnya pemilik-Ku. Mengapa selalu datang kegelapan-kegelapan dalam durasi yang panjang, aku butuh cahaya, cahaya yg selalu bisa ku genggam dan enggan untuk meninggalkan.
Sudah terlalu lama selimutku menjadi teman rahasia, menjadi basah atas kepedihan yang panjang dan kering kembali hanya beberapa saat saja.

Komentar
Posting Komentar