1/4 Abad
Subuh ini seorang gadis tengah sibuk didepan cermin seukuran 150cm, persis setinggi badannya. Tak lama dari dapur terdengar suara teriakan wanita separuh baya, "nak cepat dandannya, nanti ketinggalan kereta". Gadis itu kemudian terkaget melihat jam di dinding kamarnya, tergesa menuju dapur, mengambil piring dilanjutkan dengan menaruh nasi dan lauk yang telah disiapkan wanita yang tadi meneriakinya, ya dia adalah orang tua satu-satunya. setelah selesai menghabiskan makanan, gadis itu segera berpamit kepada ibunya, sambil membawa beberapa tas, gadis itu segera keluar rumah, menghampiri pria berjaket hijau, pria itu memberikannya helm kepada gadis itu sambil berkata "stasiun rawa buaya ya teh". 8 menit kemudian mereka sampai di stasiun, gadis itu segera berlari, men-tap kartu dan menaiki kereta yang hampir saja tertutup pintunya. Pagi ini gerbong wanita lebih pada padat dari hari biasanya,"senin pantas saja penuh", gadis itu berkata dalam hatinya. Gadis itu membuka lock smartphonenya, mulai mendengarkan musik memalui spotify yang baru saja diperpanjang masa premiumnya. Sambil mendengarkan heather, ia melihat kearah depan jendela kereta yang saat ini tepat didepannya berdiri, mengingat peristiwa-peristiwa yang ia alami beberapa tahun kebelakang. Sesekali ia tersenyum dibalik maskernya, sesekali matanya terlihat berkaca-kaca. Terlihat ia mengklik sebuah aplikasi berwarna biru pada smartphonenya, kemudian mulai mengetik "dulu ketika aku kecil aku bercita-cita ingin menjadi dewasa, memakai lipstik merah ibuku, memakai selendang dipundak dan memakai heels tinggi yang seukuran 2x size kaki kecilku kemudian berjalan berlenggok", jari gadis itu mengklik Tweet pada aplikasi berwarna biru tersebut kemudian melanjutkan mengetik pada add another tweets "kenyataannya hari ini aku telah berada pada titik itu, perlu 20 tahun untuk membuktikan bahwa dewasa bukan hanya sekedar lipstik dan sepatu heels, bahwa dewasa adalah masa dimana mulai mengenal dunia yang sebenarnya, dipaksa untuk kuat meskipun hati berkali-kali ingin menyerah, tak ada yang bisa menolong selain diri sendiri, tak ada yang bisa mengerti tentang perjuanganmu juga keluhanmu, karena orang-orang dewasa lainnya pun tengah berjuang untuk dirinya sendiri".
......

Komentar
Posting Komentar