Congratulations !!
ya ampun gue baru sadar kalo gue punya blog, hahaha
so ya ini tulisan pertama ditahun 2022.
2022 berarti umur gue udah 27 tahun, (trus kenapa?)
-ya gapapa sih, udah cukup tua nih gue wkwk keknya baru kemaren maen bola bekel, menang main lompat karet, nanem uang koin ditanah karena mikir bakal jadi pohon uang (sumpah gue baru inget masa kecil gue serandom ini, keknya lebih ke money oriented sejak dini deh wkwk).
Ngomong-ngomong soal umur, pertanyaan pertama orang lain ke yang masih single kek gue adalah "kapan nikah?".
Tenang-tenangggg i'm not offended by that question (HOOH TENAN), yaaa gue ga akan marah-marah karena gue selalu berasumsi bahwa mungkin pertanyaan tersebut adalah cara orang lain untuk membuka obrolan dengan gue atau mungkin mereka tidak punya bahan obrolan lain atau mungkin mereka beneran care dan mau jodohin gue sama yg mirip abang Zayn Malik hahahahhaha candaaaaaaaa....
Nah untuk yang kehabisan bahan obrolan kalo ketemu temen lama atau temen baru kenapa ga tanya "eh lo tau ga sekarang Starbucks udah ada versi BPJS nya?" atau "eh lo pernah ga ngitungin ada berapa pcs biscuit stick yang ada dinyam-nyam?" instead of nanyain kapan nikah kapan punya anak kapan s2, dan kapan kapan lainnya, karena ga semua orang punya tujuan hidup yang sama dengan yang lainnya. Mungkin aja meraka emang g mau nikah, mungkin mereka dengan pasangannya memang memutuskan untuk childfree atau mungkin juga memang mereka tidak ingin melanjutkan pendidikannya dan fokus pada karirnya. Be Wise ... (yah kan jadi serius gini TBL TBL TBL Takut Banget Lohhh)...
Tapi tapi ada juga nih biasanya yang nanyain, eh lo udah achieved apa aja nih diumur 27?
well yaa ada beberapa achievement, Alhamdulillah gue sudah menyelesaikan apa yang sudah gue mulai ditahun 2019, agak telat memang, tapi tidak apa-apa karena cukup challenging dalam prosesnya, malah sempat ada niat untuk tidak ingin meneruskannya tapi akhirnya tidak jadi karena ada satu buku yang cukup menampar gue, bukunya bilang gini "lomba paling dahsyat dalam hidup ini bukanlah lomba yang kau menangkan. Lomba paling dahsyat adalah lomba yang membuatmu mempertaruhkan segala yang ada didalam hidupmu hanya untuk menuntaskannya" - The Power of positive.
Tertampar ga sama quotesnya? tertampar bgt kan wkwkwk...
Kalo kek animasi-animasi diyoutube tuh udh satu cangkulan lagi berliannya bakal didapetin tapi malah nyerah gitu aja. Ya begitu lah kira-kira, jadi tentu saja saya melanjutkan apa yang sudah saya mulai hingga menuntaskannya. hihihiihii...
Tapi kalo ditanya lagi nih, achievement terbesar lo sampe saat ini apa sih?
Well jujur menurut gue achievement terbesar gue adalah gue sudah mencapai fase "love of fate" atau bahasa sundanya "Amor Fati".
Amor Fati ini adalah bagian dari stoicism yang artinya adalah menerima dan merangkul semua yang telah terjadi, sedang terjadi dan belum terjadi.
Gue mulai mengenal dan mendalami stoicism sekitar awal 2022,
ketika itu kejadian ketiga waktu (Past, Present dan Future) menjadi satu gumpalan dikepala, yang bila tidak segera dihentikan akan semakin membesar dan kemudian merusak sel-sel lainnya. Qodarullah sebelum gumpalan tersebut semakin membesar, Allah mempertemukan dengan satu buku berjudul Filosofi Teras. Buku tersebut adalah buku stoicism yang salah satu ilmunya sudah gue jelaskan sebelumnya.
Buku yang mengubah hampir seluruh pemikiran gue dengan upgrade menjadi lebih fresh dan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Impactnya adalah gue menjadi lebih tenang disetiap kondisi, ini jauh berbanding terbalik dengan versi diri gue selum diupgrade (IOS kali ah wkwkkw). Versi lama gue ketika menghadapi masalah adalah gue terlalu membesarkan masalah sehingga fokus gue hanya dimasalah bukan pada penyelesaiannya. Resultnya gue hanya berada pada lingkaran "why" kenapa ini bisa terjadi, kenapa selalu masalah yang dateng ke gue, kenapa dari dulu selalu dateng masalah?. PADAHAL NICHHHH selama lo hidup sudah pasti sepaket dengan adanya masalah, dari zaman Yunani kuno "masalah" sudah ada woyyy, kenapa lu mesti drama, kenapa seakan paling terpuruk, kenapa ga bisa tenang, kenapa ga fokus menyelesaikan masalahnya aja dari pada menambah masalah baru dengan overtinking ga jelas.
kalo dalam Al-Quran "......tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan atas kehendak Nya" (Al-An'am:59), daun aja yang cuma hal kecil itu sudah ditakdirkan lohhhh, gimana manusia dengan masalahnya, sudah pasti memang ada campur tangan Allah dan sudah ditakdirkan.
Jadi kesimpulannya, kenapa harus mencintai takdir (Love of Fate/ Amor Fati)?
1. Dalam stoic ada yang dinamakan "dikotomi kendali" (ada hal-hal yang bisa dikendalikan ada yang tidak) takdir adalah bagian yang tidak bisa dicontrol sampai kapanpun, untuk itu manusia harus bisa menerima takdir. Marcus Aurelius salah satu filusuf stoic bilang "Accept the things to which fate binds you, and love the people with whom fate brings you together, but do so with all your heart".
2. Takdir baik ataupun buruk itu semua adalah bagian dari skenario Allah yang harus diterima karena Allah tau yang terbaik untuk hambanya. Allah berfirman "dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah :216).
Kan kannnn jadi jauh banget pembahasannya wkkwkw....
tapi ya gitu dehhh, pointnya adalah gue sudah merasa jauh jauh jauhhhh lebih tenang dalam menjalani hidup dan itu adalah achievement terbesar gue sejauh ini. hihiwwww
sudah jam 12:05 ternyata guyssssss,
syudah dulu....
See you....
semoga bermanfaat !!!

Komentar
Posting Komentar