Kancing
Tidak ada panduan bagaimana menjalani hidup menjadi dewasa, apakah jika mengambil keputusan A adalah menuju jalan yang benar, apakah ketika tidak mengambil jalan seperti yang orang dewasa lainnya lakukan adalah sebuah kesalahan besar, pun ketika mengambil jalan berbeda masih bisa dikatakan benar?
Bagian ini adalah bagian tersulit, terlebih ketika tidak ada tempat pengaduan, tidak ada yang menegur ketika salah mengambil keputusan, apalagi berharap diberikan kompas agar tidak salah mengambil jalan.
Layaknya manusia biasa yang melihat kiri dan kanan, bagaimana bisa mereka memiliki kancing yang begitu sesuai dengan apa yang mereka kenakan, masih pada posisi yang sama, terikat dengan benang yang kuat. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak memilikinya? mungkin telah hilang, atau bahkan memang sedari awal tidak memilikinya.
Kancing yang masih diikat dengan benang yang kuat itu selalu menjadi pelindung terbaik untuk mereka, mereka selalu merasakan lengkap. sedangkan yang tak memilikinya, bagai daun yang terlepas dari ranting, terbawa angin yang entah kemana.
Lalu siapa yang harus disalahkan?
Tidak ada...
Hanya sedang menyadari ego dan pasti boleh jika hanya sekali menyambungkan kejadian hari ini dengan keputusan-keputusan yang telah diambil beserta turunan-turunannya.
Hari ini adalah hasil dari keputusan-keputusan dimasa lalu,
Jika pemikiran baik menyadarkan, "kalaupun dulu mengambil langkah B, belum tentu yang dijalani hari ini sebaik sekarang, Tuhan selalu tahu porsi yang diciptakan-Nya, Kuasa-Nya dan Rahmat-Nya jauh lebih besar dari suudzonmu kepada-Nya"

Komentar
Posting Komentar