Metamorfosis
Dalam keadaan yang tenang, dua wanita terlibat dalam satu percakapan, keduanya berteman sedari beberapa tahun lalu melalui takdir Tuhan, karena percakapan bukan lagi hanya sekedar basi-basi, tapi jauh lebih dalam, yaa mengenai masalah keduanya, bagaimana menghadapinya, bagaimana cara pandangnya, dan bagaimana Tuhan terlibat didalam semua itu.
Disela-sela percakapan yang serius ini, keduanya sesekali tetap tertawa, tertawa karena menertawakan keadaan dan tertawa karena jokes dari salah satunya cukup mencairkan.
Keduanya adalah wanita yang sama kuatnya, memiliki background yang berbeda, tentu dengan masalah yang dihadapi berbeda pula,
Salah satu diantaranya berkata “kayaknya aku kalo jadi kamu ga akan kuat deh, kamu udh bisa ketawa sampe detik ini aja udah keren banget loh, tuhkan emang Tuhan tuh paling tau kalo kasih ujian ke hamba-Nya, Dia paling tau kadar kekuatan hamba-Nya”.
Hingga pada akhirnya ending dari percakapan mereka di ucapkan oleh salah satunya, “selama hampir 28 tahun ini aku semakin mengenali pattern hidup tuh gimana, yang datang ke hidup kita tuh bahagia-sedih-kecewa-airmata-masalah, pokoknya kalo ga sedih ya bahagia, dan semua itu cuma temporary, jadi perasaan kita juga dituntut harus terbiasa dengan perubahan itu semua.
Dan aku menyadari, dari masalah yang kadarnya kecil hingga besar pada akhirnya Tuhan pasti kasih solusi, makanya bener kalo ada yang bilang kalo Tuhan kasih masalah tuh sepaket dengan solusinya juga, kalo memang kayak gitu trus kenapa selama ini kita sering takut dengan masalah? Bukannya selama nyawa masih ada berarti kehidupan masih berlanjut dan pasti pattern hidup akan berlanjut juga, berarti kita terlalu egois karena maunya hidup sesuai dengan pattern yang kita bangun sendiri, padahal manusia tidak ada kendali sama sekali atas hal tersebut, Tuhan lah yang punya kendali, dan pada akhirnya kita harus percaya kalo kita hidup memang diatas skenario Tuhan”.

Komentar
Posting Komentar